Lautan Sampah Menghilang di Sektor 21 sungai Cikeruh.

Masyarakat Kampung Jajaway dan Kampung sindang Wargi di desa Cileunyi Wetan serta sebagian desa tegal Sumedang Merasa lega  dengan di mulainya program Citarum harum atau Revitalisasi sungai Citarum yang di gagas oleh Pemerintah Pusat dengan metode kerja yang berbeda.

Akar dari masalah banjir selama delapan tahun ( Sumber : ketua RW 01 jajaway Desa cileunyi Wetan, Asep Ginanjar ) yang menghantui setiap musim penghujan sudah tidak ada yaitu sumbatan sampah di bawah Rel kereta dan jemset ( jembatan setan/ istilah masyarakat menamai jembatan tersebut – red ), sendimentasi sudah terkeruk dan sama sekali tidak ada sampah yang tersangkut dan air sungai pun lancar mengalir tanpa membawa sampah seperti biasanya.

 

 

Satgas Citarum Harum dari TNI Kodam III Siliwangi di sektor 21 besama masyarakat dengan peran yang berbeda, bahu membahu membersihkan sampah yang menyumbat di sungai tersebut hingga bersih bahkan akar pepohonan yang tumbuh di sisi sungai di babat habis. Setidaknya dari pantauan MediaGaruda, sejauh dua kilometer lebih dari rel kereta  air sungai mengalir dengan baik.

Sementara itu ketua RW 18 Desa Cileunyi Wetan Ujang Nurdin yang di temui di kediamanya pada Hari Kamis (29/3), mengatakan, “ saya dan Warga Sangat senang dan Bersyukur dengan berjalanya  Program Ini karena wilayah kami setiap kali hujan selalu dapat kiriman air dari wilayah utara yang dataranya lebih tinggi, apalagi sumber sampah yang menyumbat sudah di bersihkan hingga air tidak luber kejalan yang biasa warga lalui,” katanya.

Tapi, Ujang Nurdin melanjutkan, “ program ini harus rutin karena sampah rumah tangga setiap hari pasti ada sementara tempat pembuangan sampah akhir tidak ada, saya sudah menghimbau kepada warga kami dalam masalah membuang sampah, masyarakat selalu bertanya kembali, harus dimana lagi buangnya yang kita punya hanya pembuangan sampah sementara kalo sudah numpuk pasti kebawa air hujan dan sudah pasti ke sungai lagi, “ kata ujang nurdin menirukan keluhan masyarakatnya.

Ujang Nurdin mengaku sudah pernah menerima gerobak sampah dari Dinas KLH kabupaten bandung melalui pemerintah Desa belum lama ini namun hanya dapat untuk angkut sampah dari rumah ke rumah tapi untuk sarana pembuangan sampah ke lokasi akhir belum ada.

Ketika ditanya mengenai lahan bila nanti pihak pemerintah  akan membuat penampungan sampah yang cukup, nurdin menjawab,” kalau lahan bisa ada juga bisa tidak ada sebab pada intinya semua membutuhkan, tinggal pemerintah harus bisa mensikapi ,” pungkas Ujang nurdin.

Program revitalisasi Citarum Harum melibatkan seluruh walikota dan bupati yang wilayahnya dialiri Sungai Citarum. Steakholder lainnya, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS), BBWS Citarum, PTPN, Perhutani, dan Balai Konservasi Sumber Daya Air (BKSDA), pun dilibatkan.

 

Sementara gubernur dibantu oleh Pangdam III Siliwangi yang bertanggung jawab dalam penataan ekosistem dan Kapolda Jawa Barat dalam hal penegakan hukum. Berbagai elemen masyarakat turut dilibatkan, seperti tokoh adat, budayawan, ahli hukum, aktivis dan relawan, serta mahasiswa dan akademisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *