Andri K : Tanggapi Tudingan Perampasan Hp Oleh Wabup Karawang, Selesaikan Dengan Jalur Hukum

Guntur, warga Dusun Kaliwedi, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Karawang, mengalami kejadian yang kurang enak didengar, yang diduga dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakshary, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Jimmy, sehingga kejadian tersebut berujung dengan adanya pelaporan yang dilakukan oleh Guntur ke Polres Karawang.

Kejadiannya berawal ketika Wabup menghadiri dan sedang memberikan sambutan dalam acara ulang tahum salah satu paguyuban warga Desa Cengkong. Sementara yang disebut melakukan tindakan tersebut, bukan hanya Kang Jimmy saja. Melainkan ada pihak lain yang dituding turut serta melalukan tindakan perampasan Handphone dan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Guntur, sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya.

Menyimak dan menyikapi kejadian dimaksud, salah seorang Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, ‘Andri Kurniawan’ angkat bicara!

Andri memaparkan, bahwa setiap warga negara mempunyai hak hukum yang sama di mata hukum positif yang berlaku di negara kita. Terlepas benar atau tidaknya, apa yang menjadi tuduhan saudara Guntur, yang jelas Guntur sudah melakukan hal sebagaimana mestinya sebagai warga negara yang baik, dengan cara mengambil langkah konstitusional, dalam menyelesaikan masalah. Tidak dengan cara-cara yang tidak terpuji. Langkah pelaporannya kepada pihak Kepolisian, itu sudah benar, ucapnya kepada Jayantara News, Selasa (10/4/2018).

Adapun, imbuh Andri, terlepas nanti terbukti atau tidaknya, biarkan berproses dulu. Nanti semuanya akan terbuka setelah dilakukan proses penyelidikan, dari hasil pengumpulan bukti dan keterangan saksi-saksi.

Begitu pun dengan Wakil Bupati, yang meyakini dirinya tidak melakukan hal sebagaimana yang dituduhkan oleh Guntur, sehingga Wabup bereaksi keras dengan mengeluarkan statement di beberapa media, bahwa dirinya akan melaporkan balik saudara Guntur, karena dianggap tuduhan Guntur merupakan fitnah, tuturnya.

“Yang saya perhatikan, dan saya amati, masing-masing pihak memiliki keyakinan serta argumentasi sendiri, terkait permasalahan tersebut. Sehingga ada perbedaan keterangan yang bertolak belakang. Oleh sebab itu, saya kira proses hukum merupakan jalan terbaik bagi kedua belah pihak. Sebab, hanya dengan proses hukum lah semua fakta dari kejadian tersebut akan terbuka, seperti apa yang sebenarnya terjadi”.

Selama ini kan baru sebatas pernyataan masing-masing pihak yang dipublish melalui media massa. Untuk benar atau salahnya belum dapat dibuktikan, karena memang belum berproses secara hukum. Ada pun laporan Guntur, informasinya baru dilaporkan 2 (dua) hari yang lalu. Begitu pun dengan Wabup, yang konon katanya baru akan melaporkan balik Guntur. Jadi, semuanya belum dapat disimpulkan, siapa yang benar, dan siapa yang salah, tegas Andri.

“Saya berharap, semuanya dapat diselesaikan dengan jalur hukum, agar menjadi jelas adanya, dan ada kepastian hukum. Karena permasalahan ini sudah diketahui serta dibaca oleh publik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan