Konde & Cadar ‘Sukmawati’, Agama & Budaya Jangan Dibenturkan

BAKINNEWS.COM. Puisi Sukmawati, yang kemudian menjadi kontroversi sampai membuatnya meminta maaf karena dianggap menyinggung umat Islam, dimana mempertentangkan Konde dengan Cadar yang merupakan sesuatu yang harus dihindari agar harmoni antara agama dan budaya terus berjalan.

“Seharusnya antara Konde yang merupakan budaya asli nusantara jangan dibenturkan dengan Cadar yang juga sebuah budaya,” tegas H As’ad Said Ali, di Jakarta Selatan, Senin/2018.

Dalam materi puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri, dia dianggap mempertentangkan Konde dengan Cadar.

Sosok ‘Ibu Indonesia’ dalam puisi tersebut digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengenakan konde, dengan tekukan rambut, dan gemulai gerak tari.

Pada Jum’at (6/4), ribuan orang dari sekelompok umat Islam yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi di depan Bareskrim Polri. Dalam tuntutannya ketika bertemu perwakilan dari Bareskrim, pimpinan PA 212, meminta kasus penghinaan agama Islam oleh Sukmawati harus tetap dilanjutkan, walaupun dia telah meminta maaf.

“Permintaan maaf tidak boleh jadi penghalang Tegaknya Hukum di Indonesia. Secara pribadi iya kami memaafkan, tapi ini Negara Hukum. Maka Sukmawati harus diproses secara hukum,” kata Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif.

Baik Sukmawati maupun kelompok yang melaporkannya harus berusaha memahami Pancasila secara utuh agar mereka bisa saling menghormati antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak akan terjadi kontroversi di masyarakat.

H As’ad Said Ali menegaskan, karena Sukmawati sudah minta maaf, mestinya harus dimaafkan. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya benturan antara agama dan budaya yang akan memicu kegaduhan.

Tinggalkan Balasan