Mantan Kepala BPN Simeulue Aceh Diduga Sunat Biaya Operasional PTSL

Diduga mantan Kepala BPN Simeulue, Sunat Biaya Operasional PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), Anggaran Tahun 2017, sebesar 250 Juta, termasuk gaji pegawai pada bulan Januari 2018 s/d sekarang dan Anak PTT yang belum dibayar.

Pegawai BPN, T Syamsuddin, sangat kecewa terhadap mantan Kepala BPN Nurhidayat Agam, ST bahkan pegawai merasa dizolimi oleh mantan Kepala BPN, yang sampai sekarang, biaya operasional tahun 2017 tersebut belum juga dibayar. Padahal, anggaran tersebut sudah masuk ke Rekening Kepala BPN, Nurhidayat Agam, sejak bulan 12 tahun 2017 lalu.

“Pegawai semua sudah bekerja semaksimal mungkin. Kami harap, mantan Kepala BPN segera membayar biaya operasional kami dalam waktu dekat ini. Karena semua itu sudah menjadi hak kami, 16 pegawai BPN  terdiri dari PNS dan Kontrak,” ungkap Syamsuddin kepada Media, saat ditemui di Warkop Jol.

Apabila mantan Kepala BPN tidak membayar biaya operasional, sebagaimana yang sudah ditentukan, maka kami akan limpahkan persoalan ini ke Penegak Hukum, karena kesabaran kami sudah habis dan muak mendengar janji-janji yang tidak ada kepastian, tuturnya.

“Dengan terkendalanya biaya tersebut, bagaimana kami bisa maksimal bekerja untuk melayani kepentingan masyarakat di Kabupaten Simeulue”.

Kalau persoalan ini tidak ada titik temu, kami akan segera laporkan ke pihak berwajib, supaya dapat diperiksa oleh Penegak Hukum Atas tidak dibayarnya  biaya operasional tahun  2017 yang lalu.

“Untuk pengukuran 10.000 bidang dan sertifikat selesai 6000 bidang, belum saya teken.Termasuk biaya pengukuran honor panitia A, (honor Kepala Desa) belum satupun dibayar,” ucap orang No 2 di Kantor BPN Simeulue, Syamsuddin, Kasi Hub Hukum Pertanahan.

“Bahkan tiba-tiba, saya terima table dalam rincian tersebut, ada tanda tangan saya. Curiga discaner untuk pencairan dana itu, padahal sama sekali tidak saya ketahui saat kami temui,” ketusnya, (Senin 9 April 18).

Saat Tim Media konfirmasi, mantan Kepala BPN Simeulue, Nurhidayat Agam, ST, tidak bisa menjelaskan secara rinci, dengan alasan,” saya tanya dulu pejabat yang sekarang, mungkin mengetahui duduk perkaranya,” kilahnya.

Pegawai BPN Simeulue kecewa, gajinya belum dibayar Ketua PBN, terhitung dari bulan April 2017 sampai Februari 2018, honornya belum dibayar Ketua BPN. “Kasih waktu, saya menanyakan kepada mereka dulu,” pintanya saat Tim Media konfirmasi melalui WA.

Sementara, Bendahara BPN saat media hubungi melalui telepon, tidak bisa tersambung.

Sumber : Lintasmediacyber / IMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *