Program PRONA Indramayu Diduga Dijadikan Ajang Korupsi Berjamaah Oknum Kades & Kasun

Program Prona di Desa Kedung Wungu, diduga dijadikan ajang korupsi berjamaah Kepala Desa, Sekdes dan 8 Kepala Dusun. Mereka mengutip biaya Prona kepada warga masing-masing sekitar Rp 3 Jutaan.

Mereka, koruptor desa itu Haji ‘S’ dan Sekdes ‘AD’ dan Bendahara Desa.

Sedangkan Kepala Dusun, seperti disebutkan sumber, di antaranya :
1. T (Blok Pilang Payung)
2. DS (Blok Danayasa)
3. UA (Blok Kesambi)
4. W (Blok Wanguk Lor Barat)
5. Wrtn (Blok Wanguk Lor Timur)
6. M (Blok Kedung Wungu)
7. K (Blok Sepat), C (Blok Kangkung)

Padahal, program Prona tersebut, diberikan secara cuma-cuma oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk kepedulian kepada wong cilik. “Tindakan Kuwu dan aparatnya, termasuk 8 Kasun itu sangat tidak terpuji. Mereka sudah korupsi berjamaah,” ujar sumber terpercaya. Bukti mereka memungut biaya Prona sekitar Rp 3 juta, terungkap dari pengakuan STS. Dia mengaku mengikuti program Prona dimintai bayaran biaya Prona sekitar Rp 2 juta.

Menurut STS, April 2016, dia mengikuti program Prona dan membayar Rp 2 juta yang dibayarkan dua kali.“Pertama saya membayar Rp 1 Juta disaat pengukuran sebagai DP. Pembayaran terakhir Rp 1 Juta,” beber STS.

Menurut sumber, pengakuan tersebut merupakan bukti “permainan kotor” yang tidak terampuni. “Sudah cukup bukti, jadi secepatnya ditindak,” ungkapnya kesal.

Baginya tak ada kompromi bagi kriminal yang merugikan rakyat kecil, apalagi sudah menjadi Program Negara.

Seperti diketahui, pungutan tersebut diindikasikan perbuatan melawan hukum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 28 Tahun 1999, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, Peraturan Presiden No 87 Tahun 2016, tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Tinggalkan Balasan