Warga Protes Penggerebekan Sat Res Narkoba Sumbawa Karena Tidak Adanya Kordinasi

Penggerebekan rumah terduga yang dijadikan transaksi Narkoba salah satu rumah warga, Senin (09-04-18) pukul: 20:00 WITA, Kp.Cemes, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa NTB, membuat panik warga.

Saat dihubungi via WhatsApp (WA), Waka Polres Sumbawa, Kompol Ahmad Mansur, S.Ag menjelaskan, kronologis kejadian, pada hari Senin tanggal 9 Maret 2018 sekitar pukul 20. 00 WITA, anggota Sat Res Narkoba Polres Sumbawa telah malakukan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga sebagai tempat transaksi atau tempat melakukan tindak pidana Narkotika jenis Shabu, yang diduga dilakukan oleh Sdr INDRA yang beralamatkan di Kampung Cemes, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

” Namun pada saat dilakukan penggerebekan, Sdr INDRA dapat melarikan diri. Selanjutnya anggota Sat Res Narkoba memberikan peringatan “ DIAM DI TEMPAT, JANGAN LARI !!! “ Karena tidak diindahkan oleh Sdr INDRA, akhirnya petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak 1 (satu) kali, namun tetap tidak diindahkan dan memberikan tembakan peringatan lagi sebanyak 2 (dua) kali, tapi tetap saja Sdr INDRA melarikan diri dengan cara melompat dari lantai 2 (dua) ke samping rumahnya. Selanjutnya anggota melakukan penggeledahan di salah satu kamar lantai atas,” jelasnya.

Menurut Mansur, ditemukan beberapa bukti, antara lain:
1. 1 (satu) bendel plastik klip obat warna bening
2. 3 (tiga) buah pipet skop
3. 1 (satu) buah pipa kaca
4. 3 (tiga) poket bekas shabu yang habis dipakai
5. 8 (delapan) korek gas
6. 2 (dua) buah HP merk OPPO

Pada saat petugas melakukan penggeledahan, tiba-tiba datang masa di depan rumah Sdr INDRA sambil berteriak “ LEMPAR…..LEMPAR…..DIA, BUNUH DIA” sambil melakukan pelemparan kepada Petugas dengan menggunakan batu dan membawa senjata tajam berupa parang di depan rumah Sdr INDRA,” jelasnya.

Pada saat itu, posisi Petugas masih berada di lantai atas rumah, di mana pelemparan tersebut mengenai salah satu anggota di bagian alis sebelah kanan yang mengakibatkan luka.

Selanjutnya, melihat masa semakin banyak di depan rumah Sdr INDRA, akhirnya Petugas tidak berani keluar dan sembunyi di dalam kamar mandi lantai atas sambil menunggu dan meminta bantuan menghubungi piket Polres.

Kurang lebih 1 (satu) jam, bantuan tersebut baru datang dan pada akhirnya Anggota dapat dievakuasi keluar dari dalam rumah Sdr INDRA,” jelasnya, dihubungi melalui WA.

Ketika dikonfirmasi terhadap Kompol Ahmad Mansur, untuk minta penjelasan terkait anggota yang terluka, ataupun berupa barang bukti yang ditemukan, baik poto atau yang lainnya, tidak ada tanggapan dan penjelasan, boleh atau tidaknya.

Sampai berita ini ditayangkan, tidak ada komunikasi lanjutan, sementara awak media sebagai kontrol sosial menunggu agar ada perimbangan berita. JN berharap, pihak Polres Sumbawa bisa kooperatif, agar keterangan yang awak media sebagai kontrol sosial dapatkan di masyarakat dengan Polres Sumbawa, bisa berimbang.

Perlu disampaikan pula sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa terduga yang dicari aparat Kepolisian namanya Hendra dan bukan Indra, seperti disampaikan warga setempat.

Sumber : Lintas Media IMO / Jayantara

Tinggalkan Balasan