Mayjen TNI Hartind Asrin Bekali Wartawan Online Dengan Bela Negara

Dalam rangka pembekalan PWOI (Persatuan Wartawan Online Independen), DPP IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia) bekerjasama dengan IMO (Ikatan Media Online) DKI Jakarta, menyelenggarakan ‘Sosialisasi Bela Negara’ yang langsung disampaikan oleh Dirjen Strahan (Strategi Pertahanan) Kemhan RI Mayjen TNI Hartind Asrin di Hotel Grand Cempaka, Jakarta (13/04).

IMG-20180415-WA0055

Menurut Mayjen TNI Hartind Asrin dalam pemaparannya menyampaikan, Wartawan Online harus Cepat dan Tepat dalam pemberitaan. Negara kita ini sekarang mengalami ancaman yang nyata, diantaranya Narkoba dan Teroris, tandas Hartind.

Menurutnya, Narkoba merusak generasi muda kita. Sedangkan Teroris ada 3 generasi, yakni : – Generasi Osama Bin Ladin, Generasi ISIS, Generasi Foreig Inisiatif. Ini Ancaman yang sedang kita hadapi, tegasnya.

IMG-20180415-WA0054

Adapun ancaman lainnya, yaitu Perang Asimetris dan Proxy War, dimana merupakan sasaran antara yang mana menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung, ujar Hartind yang pernah menjadi Atase Pertahanan RI di Malaysia.

Hartind menceritakan,” kita semua ini rata-rata adalah anak pejuang. Saya dulu anak Brimob, yang mana dulu beliau baku hantam sama Jepang, begitu juga rekan-rekan semua adalah keturunan pejuang. Jadi semangat ‘Bela Negara’ itu masih tertancap di dalam hati kita,” sebut Hartind.

Dia juga menjelaskan, Bela Negara merupakan suatu sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin keberlangsungan hidup bangsa dan negara.

“Adapun Dasar Hukum dari Bela Negara itu adalah, – Pertama : Pasal 27 ayat (3) UUD 1945, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, – Kedua : Pasal 30 ayat 1 UUD 1945, “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha Hankamneg, – Ketiga : Pasal 9 ayat (2) huruf d UU No 3 Tahun 2002, tentang Hanneg : Pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib,  pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib, pengabdian sesuai dengan profesi, – Keempat : Perpres No 97 Tahun 2015, tentang Jakumhanneg Tahun 2015 – 2019”.

Bangsa Indonesia ini adalah negara kaya. Apa yang tidak ada di Indonesia ?, SDA nya sungguh luar biasa. Makanya kekayaan alam Indonesia ini membuat warga dunia takjub, ungkap Hartind, sambil menceritakan kisah anaknya yang kuliah di luar negeri.

Hartind juga menyampaikan Nilai-nilai Dasar Bela Negara, yakni Cinta Tanah Air,  Sadar Berbangsa dan Bernegara, Setia pada Pancasila sebagai Ideologi, Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara, memiliki kemampuan awal Bela Negara.

Hartind berharap, kita harus tetap sehat jaga fisik, apalagi wartawan harus kuat,  jaga kesehatan selalu, biar kemampuan menulis dalam hal pemberitaan tidak sakit dan semangat selalu, ungkap Hartind mantan Kabadiklat Kemhan yang berdarah Minang ini dengan lantang.

 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IPJI Taufik Rachman, Ida Parwati (Sekjen IPJI), Ketua Umum IMO Yakub F Ismail, Ketua Umum PWO Independen Marnala Emi Manurung, Ketua Umum BPANN Rika Puspita Sari, Ketua IMO DKI Jakarta Hengky Abidin, Artis IPJI / IMO Syalimar Malik dan Perwakilan Pimpinan Redaksi, Wartawan Online, dan Media Online se Indonesia di bawah naungan IMO dan PWO Independen.

Sementara, Ida Parwati selaku Sekretaris Jenderal IPJI yang didampingi Taufiq Rachman, Ketua Umum IPJI menuturkan, Seminar Bela Negara ini, adalah yang kedua kalinya diselenggarakan IPJI yang bekerjasama dengan Kemenhan.

“Alhamdulillah, ada ulasan penegasan tentang pembekalan PWOI oleh Laks Tedjo Edhi,” Taufiq menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *