Waspada! Modus Baru Oknum Yang Mengaku-Ngaku Advokat Di Pangandaran

Beberapa pekan terakhir ini di Kabupaten Pangandaran,” saya sering mendengar bahwa adanya oknum yang mengaku – ngaku berprofesi sebagai Advokat”.

” Informasi ini saya dapat dari beberapa klien para pencari keadilan yang pernah berkunjung dan berkonsultasi hukum ke saya,” ujar Fredy Kristianto, SH kepada Jayantara News, waktu ditemui di kantor hukumnya (Advokat Fredy and Partners), Jum’at, (20/04/18) malam.

Hal tersebut, akan sangat berdampak buruk dalam upaya penegakkan dan pemberian bantuan jasa hukum pada masyarakat pencari keadilan,
dan sekaligus bahwa perbuatan sebagaimana tersebut di atas, dapat dikualifikasikan sebagai ‘Perbuatan Melawan Hukum’ yang dapat berdampak pidana maupun perdata, tuturnya.

Oleh karena itu, Fredy mengimbau kepada masyarakat para pencari keadilan yang pernah menjadi korban oleh oknum yang mengaku – ngaku berprofesi Advokat, yang telah minimbulkan kerugian baik secara materil maupun imateril, untuk segera melakukan upaya hukum, baik secara pidana maupun perdata, agar menjadikan pelajaran dan efek jera terhadap oknum tersebut, tandasnya.

Lebih lanjut Fredy menjelaskan, bahwa sebagimana telah diatur dalam Undang Undang No 18 Tahun 2003, tentang ADVOKAT, Pasal 1, Ayat (1),
“bahwa Advokat adalah orang yang berprofesi memberikan jasa hukum baik di dalam maupun di luar Pengadilan yang dipersyaratkan menurut Undang Undang.

Dan adapun tahapan-tahapan untuk dapat diangkat menjadi Advokat, sebagaimana dipersyaratkan dalam Undang Undang Advokat, yaitu:
1. Mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (“PKPA”)
2. Mengikuti Ujian Profesi Advokat (“UPA”)
3. Mengikuti magang di Kantor Advokat sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus-menerus di Kantor Advokat
4.Pengangkatan dan Sumpah, pungkas Fredy.

sumber : IMO – JN

Tinggalkan Balasan