BNN & GPS Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Ponpes Darun Nadwa Jampangtengah Sukabumi

Dalam rangka sosialisasi bahaya Narkoba yang diadakan di Ponpes Darun Nadwa Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pihak BNN, yang diwakili oleh Reni Maeliani Iska, SE, M.Si menuturkan, bahwa saat ini Indonesia masih darurat Narkoba. Kami sangat apresiasi kepada relawan, anak muda / Lsm yang peduli terhadap bahaya Narkoba.

Demikian juga Aldri Cipta Pratama, ST, di depan ratusan putra putri santri berdialog tentang bahaya Narkoba,” dan jujur, kami butuh dorongan masyarakat serta relawan yang peduli terhadap generasi muda, apalagi di lingkungan pesantren. Karena seperti yang kita pahami,” selain barang haram ini merusak anak bangsa, namun pengedar serta pemakai barang haram ini harus kita waspadai, malah jika ketahuan, bukan hanya dipindah pesantrenkan di balik jeruji besi lantaran Narkoba,” tuturnya.

Begitupun Anisa Nur Insani, SH yang menambahkan, GPS (Gerakan Peduli Sesama) yang dibentuk pada tahun 2015 itu, bergerak di bidang sosial kemanusiaan, termasuk antisipasi pengaruh Narkoba.

IMG-20180421-WA0133

Sementara, KH Luqmanul Hakim, pengasuh pondok pesantren saat ditemui dikediamannya menjabarkan, bahwa kegiatan sosial seperti ini perlu berkesinambungan, bahkan bila perlu datangi ke tiap-tiap Pondok Pesantren lain, supaya para santri tahu tentang bahaya Narkoba, termasuk dasar hukum pengedar dan pemakai Narkoba.

Atas sosialisasi Narkoba ini, kami pun mengucapkan banyak terimakasih kepada semua jajaran trutama dari BNN,” pungkas Kyai. IMO_(Asep S JN)

Tinggalkan Balasan