Perum TALAGASARI Residence Kawalu Belum Miliki IMB, Rumah Sudah Dibangun & Terjual

Pengembang Perumahan Umum (PERUM) “Talagasari Residence” di Jalan Rancabeureum, Cikadu Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dianggap melanggar aturan yang berlaku, pasalnya diduga kuat belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal, sebagian unit rumah telah jadi dibangun dan terjual.

Bagian pemasaran PERUM Talagasari Residence “Eppi Nurrahman” saat ditemui,  belum lama ini di kantornya mengakui bila PERUM tersebut sejumlah 59 unit rumah belum memiliki IMB sementara sebagian unit telah laku terjual.

” Benar ada 14 unit yang sudah laku terjual dan pembangunannya hampir selesai, namun IMB nya sedang diurus sementara persyaratan seperti UKL/UPL dan persyaratan yang lainnya sudah terbit” ujarnya.

lebih jauh Eppi menerangkan, pihak pengusaha sebetulnya jauh hari sebelumnya IMB sudah diurus malah telah mengeluarkan biaya yang lumayan besar, namun orang yang dipercaya mengurusnya kabur dengan membawa uang buat biaya pengurusan IMB dan sekarang baru diurus kembali.

Secara terpisah, Kepala Bidang perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Kota Tasikmalaya “H Tateng Noorhadijaya” saat  diminta tanggapannya lewat telepon selular mengenai “PERUM Talagasari Residence” yang belum mengatongi IMB namun telah dibangun dan terjual, mengatakan, berdasarkan ketentuan UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, rumah tinggal, rumah tinggal deret, rumah susun, dan rumah tinggal sementara untuk hunian termasuk dalam kategori bangunan gedung terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi persyaratan status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan terahir IMB.

” Pembangunan suatu gedung (rumah) dapat dilaksanakan setelah rencana teknis bangunan gedung disetujui oleh Pemerintah Daerah dalam bentuk IMB,” terangnya.

Tateng menjelaskan, pengaturan mengenai IMB diatur lebih lanjut dalam PP No 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, setiap orang yang ingin mendirikan bangunan gedung harus memiliki IMB yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui proses permohonan izin, sementara, permohonan IMB terlebih dahulu harus dilengkapi diantaranya dengan tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau tanda bukti perjanjian pemanfaatan tanah, data pemilik bangunan gedung, rencana teknis bangunan gedung dan rekomendasi hasil analisis mengenai dampak lingkungan bagi bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Forum Kawalu Kota Tasikmalaya H Ade Koswandi mengungkapkan, sesuai aturan yang berlaku, sebaiknya pihak pengembang PERUM Talagasari Residence jangan dulu mendirikan bangunan apalagi menjual sebelum memiliki IMB, maka dari itu perbuatan pihak pengembang diangap telah melanggar ketentuan yang berlaku.

” Pengurusan IMB sebenarnya juga berfungsi mencegah alih fungsi tanah secara ilegal atau tanpa izin dan prosedur yang berlaku, maka demikian, masyarakat yang bertetangga dengan perumahan tersebut juga dengan tegas menentang pembangunan proyek yang tidak memiliki dokumen sesuai ketentuan itu,” katanya.  IMO _ Nana JN

Tinggalkan Balasan