Kodim 0111/Bireuen Aceh Temukan & Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja

Kodim 0111/Bireuen kembali menemukan ladang ganja di kawasan Pegunungan Peucuet, Kabupaten Bireuen, Kamis10 Mei 2018. Penemuan ladang ganja ini berawal dari adanya laporan masyarakat Kecamatan Peulimbang tentang aktivitas orang – orang tidak dikenal yang sering keluar masuk pedalaman Peulimbang, diduga menanam dan menjual Narkotika jenis ganja.

Masyarakat sudah mulai menyadari tentang buruknya dampak penggunaan Narkoba bagi generasi muda, kini mulai bangkit melawan aktivitas illegal ini.

Berdasarkan informasi tersebut, Kodim 0111/Bireuen di bawah Komando langsung Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda, SE, MM, M.Sc. melaksanakan patroli ke lokasi yang diinformasikan.

Berdasarkan informasi yang diterima Tim Media, lokasi tersebut adalah lokasi ladang ganja yang pernah dimusnahkan satu bulan yang lalu. Menurut Pasiintel Kodim 0111/Bireuen, Kapten Inf Adi Boy di lokasi, TNI menemukan penanaman baru pohon – pohon ganja. Para pelaku juga kembali menebangi pohon – pohon yang ada di kawasan hutan lindung untuk perluasan lahan.

IMG_20180511_134936

Kesempatan tersebut tidak disia – siakan personil Kodim 0111/Bireuen berjumlah 65 orang, diperkuat komunitas masyarakat anti Narkoba, personil TNI kembali memusnahkan ladang ganja yang baru ditanam.

Pemusnahan barang haram itu dengan cara mencabut batang, memotong dan membakarnya.

Tidak jauh dari tempat itu, personil TNI juga menemukan jejak – jejak lintasan orang – orang tak dikenal. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan lagi ladang ganja siap panen dengan luas sekitar 5 Haktare.

Dandim mengimbau kepada pelaku penanaman ganja agar segera insaf dan menghentikan aktivitasnya yang sangat merugikan bangsa dan negara. Aktivitas ini sangat berdampak terhadap kualitas generasi muda Aceh khususnya dan pemuda Indonesia pada umumnya. Jika tidak disikapi dengan serius akan berdampak pada (Lost Of Generation).

Beberapa waktu lalu, Kodim pernah menangkap anak – anak muda usia antara 12-14 tahun, yang menghisap ganja. Ini indikator nyata, bahwa sedemikian besarnya ancaman ganja terhadap potensi kehilangan generasi (Lost Of Genaration), tegas Dandim.

Ia juga mengajak kepada semua elemen untuk mencurahkan pikiran, bagaimana merumuskan formulasi pencegahan maraknya aktivitas penanaman ganja di Bireuen yang juga berdampak pada kerusakan ekosistem (hutan lindung).

” Semoga apa yang kami, lakukan sedikit bisa menggugah hati masyarakat untuk sama – sama bangkit melawan maraknya peredaran dan penggunaan Narkoba. Ini adalah the real proxy war yang harus dilawan bersama – sama.

” Jika kita diam, maka tunggulah waktunya kehancuran generasi, bahkan kehilangan generasi akan benar – benar terjadi. Naudzubillahi Mindzaliq,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kodim juga melakukan penanaman sebanyak 150 batang pohon kopi dan pohon keras berbagai jenis lain. Diantaranya pohon Torem yang didatangkan secara khusus dari Kepulauan Yamdena, Maluku.
IMO_PWO (Tim)