Oktarina : Oknum Anggota DPRA Harus di Tangkap diduga Terlibat Korupsi Beasiswa

BANDA ACEH,  Aparat Kepolisian dari jajaran Polda Aceh diminta untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana Beasiswa Mahasiswa Aceh yang telah menyeret nama salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berinisial IU.

“Kita harap polisi atau aparat hukum lainnya, bisa bergerak cepat untuk mengusut kasus ini secara tuntas. Bila perlu, untuk memudahkan menyelidikan dan penyidikan, tangkap saja oknum anggota DPRA ini. Sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Aceh akan semakin membaik,” ungkap Aktivis Perempuan Aceh, Oktarina, Kamis (7/6).

Dikatakannya, dugaan korupsi dana beasiswa Mahasiswa Aceh yang melibatkan oknum anggota DPRA adalah persoalan serius yang sangat memprihatinkan. Karena, sebagai wakil rakyat seharusnya mereka fokus bekerja untuk memperjuangkan nasib rakyat yang diwakilinya, agar kehidupan dan kesejahteraan rakyat bisa lebih baik.

Apalagi, Negara telah memberikan segala fasilitas untuk anggota Dewan berupa gaji maupun tunjangan lainnya. “Tapi fakta berbicara lain. Malah oknum anggota DPRA ini diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi dana beasiswa. Ini miris sekali,” kata Oktarina.

Karena itu, Oktarina berharap aparat hukum bisa menuntaskan kasus ini secara profesional. Sehingga, kasus tersebut bisa terbuka dengan status hukum yang jelas.

“Penegakan hukum di Aceh tidak boleh pandang bulu. Siapapun yang terlbat pelanggaran hukum, apalagi melakukan korupsi, harus di tindak tegas,” demikian Oktarina.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Lokal berinisial IU, diduga terlibat korupsi Milyaran Rupiah dana beasiswa tahun anggaran 2016/2017, yang diperuntukkan kepada para Mahasiswa Aceh. Kasus yang telah bergulir ini, kabarnya sedang dalam penanganan aparat hukum di Aceh.

Keterangan yang diperoleh dilapangan  modus operandi dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum anggota DPRA tersebut adalah dengan merekomendasikan pengajuan beasiswa fiktif ke Dinas Pendidikan untuk mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Modus lain, oknum anggota Dewan ini diduga melakukan intervensi terhadap Dinas Pendidikan Aceh selaku mitra kerjanya, untuk mencairkan beasiswa terhadap mahasiswa tertentu yang telah di rekomendasikannya. Setelah cair, dana tersebut selanjutnya dibagi dua masing-masing sebagian untuk mahasiswa dan sebagian lagi untuk oknum anggota Dewan bersangkutan.

Tak hanya itu, diperkirakan ada beberapa modus lain yang diduga turut dilakukan IU dalam rangka menggerogoti dana beasiswa pada Dinas Pendidikan Aceh. Menurut laporan, dari seluruh praktek “ilegal” yang dilakukan, IU diduga sukses meraup Milyaran Rupiah dari dana Beasiswa dimaksud.

Untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi atas dugaan korupsi ini, oknum Anggota DPRA IU tidak berhasil ditemui. Bahkan pesan singkat  WhatsApp yang dikirim wartawan kepada yang bersangkutan untuk mendapatkan klarifikasi, hingga berita ini ditayang belum diperoleh jawaban. ( ( PWOI – afnews )