Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Zonasi 2018

Sudah berlangsung lebih dari 71 tahun dunia pendidikan kita selalu diwarnai dengan berbagai macam kekisruhan, termasuk kekisruhan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui sistem zonasi khususnya.

Zonasi Adalah sistem penerimaan peserta didik berdasarkan pada radius atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dan sekolah yang di tuju. Sistem zonasi ini diterapkan melalui Permendikbud No17/2017 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA/SMK/sederajat.

Namun sistem zonasi ini masih tidak berfungsi maximal sebagai mana mestinya, terlihat dari banyaknya keluhan keluhan masyarakat sebagai orang tua murid yang tidak diterima pihak sekolah melalui sistem zonasi.

Seharusnya setiap permulaan tahun ajaran baru ataupun PPDB sudah bukan masalah lagi buat pemerintahan. Namun nyatanya masih banyak persoalan-persoalan yang muncul dilapangan.

Pada tahun 2018 ini yang cukup menonjol ialah kebutuhan informasi mengenai PPDB, sistem zonasi, dan sistem pendaftaran online.

PPDB dengan sistem online yang telah satu dekade terakhir dilaksanakan oleh berbagai daerah masih selalu bermasalah, dikarenakan tidak didukung intrastruktur yang maximal seperti pasokan listrik yang cukup, jaringan koneksi (internet) lancar, dan server andal.

Didalam sistem zonasi ini mempunyai dampak positif untuk pemerataan mutu pendidikan sehingga dapat menghilangkan predikat sekolah favorit dan dari sisi aspek transportasi pun dapat meminimalisasi perjalanan.

Sebenarnya sistem zonasi ini pun tidak akan menimbulkan masalah bila masyarakat bertindak jujur dengan tidak memalsukan data jarak dan tidak sedikit para orangtua yang menghalalkan segala cara agar anaknya dapat diterima di sekolah yang diinginkan.

Seharusnya dari setiap tahun ajaran baru yang memang selalu muncul permasalahan menjadikan bahan pelajaran bagi pemerintahan untuk mengevaluasi agar PPDB tahun depan semakin baik.