SEKTOR 7 CITARUM, BOJONG ASIH DAYEUHKOLOT, GELAR FESTIVAL SUNGAI – SARAT NUANSA KKN TEMATIK ALA UGM

Bakinnews – Implementasi KKN Tematik Mahasiswa UGM di Sektor 7 Satgas Citarum  pada Minggu 5 Agustus 2018, spesial menggelar Festival Sungai di bantaran atau DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Letaknya, di  Desa Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Menurut pengagasnya, festival ini sarat dengan tampilan kolaborasi mahasiswa dengan warga desa setempat. Semuanya, bermuara pada konteks – bagaimana menjaga dan memelihara peran sungai dalam banyak aspek, seperti tata keseimbangan lingkungan, peningkatan kesehatan, pendidikan, dan pewarisan nilai seni dan budaya.

“Tujuannya, kembali meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam hal keberadaan sungai. Lainnya, sebagai implementasi program KKN tematik selama 6 minggu di Desa Dayeuhkolot,” papar Muhammad Ragil, Koordinator Festival Sungai

Melalui festival sungai – bermakna membina kebersamaan …

Bentuk kolaborasi itu diwujudkan, dalam bentuk pameran produk hasil karya mahasiswa selama KKN. “Sedikitnya, ada 8 produk yang ditampilkan pada festival kali ini. Seluruh produk ini sudah kami sosialisasikan secara tematis, melalui program edukasi. Nantinya,  masyarakat bisa membuat sendiri produk bernilai dari benda-benda bekas misalnya. Kami pakai prinsip 3 R dalam pembuatan produk itu,” urai Ragil lebih lanjut sambil memperlihatkan sejumlah produk daur ulang sampah yang banyak diminati warga stempat.

Masih kata Ragil, warga  yang tinggal di bantaran Sungai Citarum, pada festival ini akan menampilkan sejumlah pertunjukkan seni budaya. “Ada pencak silat dan jaipong, juga pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Termasuk penanaman bibit pohon mangga dan sirsak sebanyak 200 batang,” jelas Ragil yang menyisipkan caa-cara memelihara tanaman bersama warga setempat.

Komandan Sektor 7, Kol Kav Purwadi berharap digelarnya kegiatan festival sungai, bisa meningkatkan gairah dan kesadaran warga menjaga lingkungan, khususnya yang tinggal di DAS Citarum. Kegiatan ini pun, ternyata dapat memantik hal-hal positif yang selama ini, jarang diakomodir oleh pihak berwenang setempat.

Pewarisan nilai – pohon itu sahabat sungai, juga sahabat kita, tanamlah pohon keras di DAS Citarum

“Harapan lain, mahasiswa UGM asal Jateng khususnya dapat memetik banyak hal baik selama masa KKN. Mereka dapat saling belajar ilmu baik ilmu dalam artian akademis, maupun ilmu kehidupan dari warga setempat. Yakin, kolaborasi ini bisa bermanfaat minimal meronce bingkai NKRI yang damai”, pungkas Kol. Purwadi yang jadwal hariannya selama bertugas di DAS Citarum terbilang sangat padat, disela-sela menertibkan pabrik pencemar lingkungan di wilayahnya

Uqi,lintas PWO